Menu ✖

Dark Mode
Penindakan Komandan OPM di Maybrat Perkuat Perlindungan Masyarakat Papua Penindakan Komandan OPM di Maybrat Perkuat Stabilitas dan Pembangunan Tanah Papua Penindakan Komandan OPM di Maybrat Wujud Pemerintah Utamakan Keselamatan Masyarakat Papua Penindakan Komandan OPM di Maybrat Dukung Stabilitas Keamanan Papua Penerbitan Perpres Ojol, Menata Hubungan Kemitraan Berkeadilan Prabowo Teken Perpres Ojol: Langkah Nyata Melindungi Pekerja Digital

Berita

Pemanfaatan Kayu Hanyutan Percepat Pembangunan Hunian Sementara di Aceh dan Sumut

badge-check


					Pemanfaatan Kayu Hanyutan Percepat Pembangunan Hunian Sementara di Aceh dan Sumut Perbesar

Jakarta, – Pemanfaatan kayu hanyutan menjadi terobosan penting dalam mempercepat pembangunan hunian sementara bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh dan Sumatera Utara. Material kayu yang terbawa arus banjir dan longsor kini diolah secara terencana untuk memenuhi kebutuhan dasar konstruksi hunian sementara, mulai dari rangka bangunan hingga dinding dan lantai. Langkah ini dinilai efektif dalam mempercepat pemulihan sekaligus menjawab keterbatasan pasokan material di lokasi terdampak.

Pemerintah memandang pemanfaatan kayu hanyutan sebagai solusi adaptif berbasis kondisi lapangan. Selain mudah diperoleh, penggunaan material lokal ini mampu memangkas waktu distribusi dan biaya logistik yang selama ini menjadi kendala utama dalam penanganan pascabencana. Dengan pendekatan tersebut, pembangunan hunian sementara dapat segera dilakukan agar masyarakat tidak berlarut-larut tinggal di pengungsian.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Subhan, mengatakan tim gabungan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memanfaatkan gelondongan kayu yang terbawa arus banjir bandang untuk membangung hunian sementara atau huntara di Aceh Utara.

“Kayu hanyutan yang sebelumnya menjadi sisa bencana justru kita manfaatkan untuk membantu korban bangkit lebih cepat. Ini solusi praktis yang sesuai dengan kondisi darurat di lapangan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menilai pendekatan ini tidak hanya mempercepat penyediaan hunian sementara, tetapi juga memberi dampak positif bagi lingkungan. Pemanfaatan kayu hanyutan dinilai mampu mengurangi penumpukan material alami di sungai dan kawasan terdampak yang berpotensi memicu bencana susulan.

“Penanganan pascabencana harus cepat, tepat, dan adaptif. Pemanfaatan kayu hanyutan menjadi contoh bagaimana sumber daya di sekitar lokasi dapat dimaksimalkan untuk kepentingan masyarakat,” ungkapnya.

Selain aspek teknis, program ini juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat. Warga dilibatkan dalam proses pengumpulan dan pengolahan kayu, sehingga membuka peluang kerja sementara dan memperkuat semangat gotong royong di tengah masa pemulihan.

Pemerintah berharap pemanfaatan kayu hanyutan di Aceh dan Sumatera Utara dapat menjadi model penanganan hunian sementara di wilayah rawan bencana lainnya. Dengan perencanaan matang dan pengawasan yang ketat, pendekatan ini diyakini mampu menghadirkan solusi cepat, efisien, dan berkelanjutan bagi pemulihan masyarakat terdampak bencana di Indonesia.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Penindakan Komandan OPM di Maybrat Wujud Pemerintah Utamakan Keselamatan Masyarakat Papua

11 October 2026 - 12:38

Penindakan Komandan OPM di Maybrat Dukung Stabilitas Keamanan Papua

11 October 2026 - 12:38

Prabowo Sahkan Perpres Ojol, Atur Tarif dan Jaminan Sosial

11 October 2026 - 12:38

Prabowo Rilis Perpres Ojol, Beri Kepastian bagi Pengemudi, Konsumen, dan Platform

11 October 2026 - 12:38

Dua Tahun Prabowo-Gibran, PMI Non-Prosedural Dicegah dari Risiko TPPO

11 October 2026 - 12:38

Trending on Berita