Menu ✖

Dark Mode
Topeng Perjuangan dan Air Mata Perempuan Jila Presiden Prabowo Beri Subsidi Haji 2027 untuk Ringankan Beban Jemaah Pemerintah Ringankan Beban Pelunasan Jemaah lewat Subsidi Haji 2027 Pemerintah Siapkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Berkapasitas 7 GW Listrik Tenaga Nuklir Digarap Bertahap untuk Perkuat Bauran Energi Nasional Pemerintah Siaga Hadapi Bencana Hidrometeorologi saat El Nino Masih Mengintai

Berita

Tanpa Impor, Pemerintah Pastikan Swasembada Pangan Tercapai Sepanjang 2025

badge-check


					Tanpa Impor, Pemerintah Pastikan Swasembada Pangan Tercapai Sepanjang 2025 Perbesar

Jakarta – Pemerintah memastikan Indonesia berhasil mewujudkan swasembada pangan sepanjang 2025.

Keberhasilan ini ditopang oleh berbagai kebijakan strategis, salah satunya program optimasi lahan yang mampu meningkatkan produktivitas pertanian tanpa perlu membuka lahan baru.

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, Hermanto, mengatakan optimasi lahan menjadi strategi penting untuk mendongkrak produksi padi nasional.

Program ini difokuskan pada perbaikan infrastruktur pertanian dan optimalisasi lahan sawah yang telah ada.

“Kami mendapatkan arahan langsung dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk menggiatkan optimasi lahan. Dengan optimasi lahan, sawah yang sebelumnya hanya bisa ditanami satu kali kini didorong menjadi dua hingga tiga kali tanam dalam setahun,” ujar Hermanto.

Ia menjelaskan, kegiatan optimasi lahan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyusunan Survei, Investigasi, dan Desain (SID), pembangunan dan rehabilitasi tanggul, pintu air, saluran irigasi, serta drainase di tingkat usaha tani.

Program ini juga mencakup pembangunan unit pompa air, pengolahan lahan menggunakan alat dan mesin pertanian, hingga bantuan olah lahan pasca-oplah.

“Di lapangan sudah banyak bukti. Produktivitas meningkat, panen bisa dilakukan lebih dari dua kali, dan pendapatan petani pun ikut naik,” kata Hermanto.

Hingga 1 Januari 2026, capaian program optimasi lahan menunjukkan hasil signifikan. Dari target 500 ribu hektare pada 2025, realisasi SID telah mencapai 98,64 persen.

Sementara progres konstruksi mencapai 78 persen dan dilaksanakan di 24 provinsi sentra pertanian.

Sejumlah kegiatan masih berlanjut hingga Maret 2026 melalui skema RPATA sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84 Tahun 2025.

Kementerian Pertanian memastikan seluruh target strategis sektor pertanian sepanjang 2025 telah tercapai.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menegaskan fokus swasembada pangan berjalan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Sejauh ini tercapai. Kita memang fokus pada swasembada,” ujarnya.

Sepanjang 2025, pemerintah tidak melakukan impor beras, jagung, maupun gula konsumsi. Kondisi tersebut diperkuat dengan stok Cadangan Beras Pemerintah yang mencapai 3,39 juta ton pada akhir tahun.

Capaian ini menjadi penanda penting bagi kemandirian pangan nasional dan menunjukkan percepatan realisasi target yang sebelumnya dirancang dalam jangka menengah.

Presiden Prabowo Subianto pun memberikan apresiasi atas kinerja sektor pangan nasional di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian.

“Di bidang pangan ini salah satu prestasi kita yang sangat melegakan. Saya memberi waktu empat tahun untuk kita kembali swasembada, ternyata tim pangan kita berhasil. Insya Allah swasembada dalam satu tahun,” ujar Prabowo. ****

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Presiden Prabowo Beri Subsidi Haji 2027 untuk Ringankan Beban Jemaah

12 October 2026 - 09:51

Pemerintah Ringankan Beban Pelunasan Jemaah lewat Subsidi Haji 2027

12 October 2026 - 09:51

Pemerintah Siapkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Berkapasitas 7 GW

12 October 2026 - 09:51

Listrik Tenaga Nuklir Digarap Bertahap untuk Perkuat Bauran Energi Nasional

12 October 2026 - 09:51

Pemerintah Siaga Hadapi Bencana Hidrometeorologi saat El Nino Masih Mengintai

12 October 2026 - 09:51

Trending on Berita